PROGRAM KETAHANAN PANGAN DESA BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA
Dengan
keluarnya Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 108 Tahun 2024 tentang
Pengalokasian Dana Desa setiap Desa, Penggunaan, dan penyaluran Dana Desa Tahun
Anggaran 2025, Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025 Tentang
Panduan Penggunaan Dana Desa untuk
ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan serta Surat Edaran Bupati
Melawi Nomor : 400/10/34/DPMD/2025 tentang Penggunaan Dana Desa untuk mendukung
swasembada Jagung di Kabupaten Melawi, maka kepada semua di Desa di minta untuk
menganggarkan Program ketahanan pangan 20 % dari total pagu Dana Desa yang diterima
setiap Desa. Dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk mencapai
target nasional swasembada jagung pada tahun 2025 melalui program penanaman
Jagung 1 (satu) juta hektar, maka setiap Desa di kabupaten Melawi diminta
program ketahanan pangannya untuk menanam komoditas jagung minimal 2 (dua)
Hektar per Desa sebagai bentuk dukungan program swasembada Jagung tersebut.
1. Perencanaan
Di
Desa banyak potensi sumberdaya alam (lahan /lokasi ) dan sumberdaya manusia (kelompok tani).
Melalui Musyawarah Desa Pemerintah Desa
Kayu Bunga melakukan Perubahan APBDesa
untuk menganggarkan kegiatan Penanaman/Budidaya Jagung Hibrida melalui Dana
Desa. Dalam Musyawarah Desa APBDesa Perubahan disepakati penambahan kegiatan
penanaman Jagung dengan rencana seluas 2 Hektar
untuk mendukung program Ketahanan Pangan di Desa Kayu Bunga dengan Pagu
RP.25.809.000,-( Dua puluh lima juta delapan ratus Sembilan ribu rupiah) dengan
pelaksananya adalah BUMDES Lawang Penalau.
2. Pelaksanaan
Pelaksana
Program Ketahanan Pangan kegiatan Penanaman Jagung adalah Bumdes Lawang
Penalau. Pananaman Jagung perdana dilaksanakan pada tanggal 8 September 2025
dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan, Babinsa,Babinkantibmas, PPL Kabupaten
Melawi serta Pendamping Desa. Selanjutnya dilakukan perawatan berupa
penyiangan, pemupukan dan penyemprotan Hama. Metode tanam jagung ini
menggunakan Teknik Tanpa Olah Tanah (TOT) dan di tanam langsung di tanah/lokasi
yang telah dibersihkan.
3. Hasil Output Kegiatan
Berdasarkan hasil
panen perdana pada tanggal 15 Desember 2025 diperoleh hasil jagung sebanyak
kurang 1.500 Kg (Jagung masih dengan tongkol).