Rabu, 24 Desember 2025

PRAKTIK BAIK PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PROGRAM KETAHANAN PANGAN BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA DI DESA KAYU BUNGA

  
  
  PROGRAM KETAHANAN PANGAN DESA BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA

Dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 108 Tahun 2024 tentang Pengalokasian Dana Desa setiap Desa, Penggunaan, dan penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Panduan  Penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan serta Surat Edaran Bupati Melawi Nomor : 400/10/34/DPMD/2025 tentang Penggunaan Dana Desa untuk mendukung swasembada Jagung di Kabupaten Melawi, maka kepada semua di Desa di minta untuk menganggarkan Program ketahanan pangan 20 % dari  total pagu Dana Desa  yang diterima  setiap Desa. Dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target nasional swasembada jagung pada tahun 2025 melalui program penanaman Jagung 1 (satu) juta hektar, maka setiap Desa di kabupaten Melawi diminta program ketahanan pangannya untuk menanam komoditas jagung minimal 2 (dua) Hektar per Desa sebagai bentuk dukungan program swasembada Jagung tersebut.

1.       Perencanaan

Di Desa banyak potensi sumberdaya alam (lahan /lokasi  ) dan sumberdaya manusia (kelompok tani). Melalui Musyawarah Desa   Pemerintah Desa Kayu Bunga  melakukan Perubahan APBDesa untuk menganggarkan kegiatan Penanaman/Budidaya Jagung Hibrida melalui Dana Desa. Dalam Musyawarah Desa APBDesa Perubahan disepakati penambahan kegiatan penanaman Jagung dengan rencana seluas 2 Hektar  untuk mendukung program Ketahanan Pangan di Desa Kayu Bunga dengan Pagu RP.25.809.000,-( Dua puluh lima juta delapan ratus Sembilan ribu rupiah) dengan pelaksananya adalah BUMDES Lawang Penalau.

2.       Pelaksanaan

Pelaksana Program Ketahanan Pangan kegiatan Penanaman Jagung adalah Bumdes Lawang Penalau. Pananaman Jagung perdana dilaksanakan pada tanggal 8 September 2025 dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan, Babinsa,Babinkantibmas, PPL Kabupaten Melawi serta Pendamping Desa. Selanjutnya dilakukan perawatan berupa penyiangan, pemupukan dan penyemprotan Hama. Metode tanam jagung ini menggunakan Teknik Tanpa Olah Tanah (TOT) dan di tanam langsung di tanah/lokasi yang telah dibersihkan.

3.       Hasil Output Kegiatan

Berdasarkan hasil panen perdana pada tanggal 15 Desember 2025 diperoleh hasil jagung sebanyak kurang 1.500 Kg (Jagung masih dengan tongkol).



 

SEKILAS TENTANG TPP BELIMBING HULU

  PROFIL KECAMATAN BELIMBING HULU Pendampingan Desa adalah kegiatan untuk melakukan pemberdayaan Masyarakat melalui asistensi, pengorganisas...